Pecah lagi.
Waktu itu hatiku hancur lebur, pecah belah. Kali ini, sepertunya remuk bubuk menjadi debu. Musnah.
Prasangka itu seperti sangkar emas yang membuatku terkurung. Sangkar sebagai pembuktian bahwa aku tidak meninggalkanmu. Tidakkah kamu mengambil pelajaran dari burung perkutut Raja Shin? Dia akan mati bila terkurung. Dia berhenti bernyanyi jika di kekang. Bukankah nanyiannya yang ditunggu dan merdunya yang mempesona? Apakah artinya jika dia berhenti bernyanyi.
Aku akan selalu ada disini. Seperti burung perkutut itu. Bernyanyi setiap pagi dan petang seumur hidupmu. Menyanyikan cinta, menceritakan kasih. Pembuktian apa lagi yang kamu butuhkan bila aku terjepit, sakit.
Apayang kamu cari sayang, apa yang ingin kamu buktikan.
No comments:
Post a Comment