Golput.
Menuju Pemilu 9 April 2009.
Kepada temen2 yang bergolput jangan lupa ke TPS terdekat untuk merusak kertas suara supaya kertas suaranya tidak disalah gunakan. Ayo... Cabcusss!
Sending our love and feeling to the world.
Menuju Pemilu 9 April 2009.
Kepada temen2 yang bergolput jangan lupa ke TPS terdekat untuk merusak kertas suara supaya kertas suaranya tidak disalah gunakan. Ayo... Cabcusss!
Posted by
Reading Year
at
10:51 AM
1 comments
Saya tertegun ketika membaca ulang catatan filsafat saya ketika masih kuliah S1.
We must add in a complete life. One swallow does not make a summer, nor does one day; and so too one day, or a short time, does not make a man blessed and happy-Socrates
Complete-Lengkap. Apa yang bikin kehidupan ini lengkap? Untuk saya, lengkap itu keseimbangan. Antara sakit dan sehat. Antara sedih dan senang. Semuanya lengkap berkesinambungan. keseimbangan pula antara proses dan hasil. Saya terbiasa menjalani hidup begitu strict, begitu galak pada diri sendiri, begitu haus akan hasil yang terus-terusan ingin diraih karena banyaknya proses yang saya lakukan. Hingga saya lupa untuk bersyukur. Saya punya rasa syukur yang tak tersampaikan banyak sekali.
Hingga saya tak sengaja membaca diary adik perempuan saya. Diary itu terbuka dan banyak menguak hal-hal yang tidak saya tahu. Dan satu hal yang paling membuat saya sedih sekaligus terkesima adalah kalimat :
"Aku ngga akan pernah bisa jadi apa-apa kalau dibandingin sama kaka aku, selalu kalah."
Sebagai anak paling besar, saya lupa. Mungkin saya terlalu tinggi menetapkan standard. Supaya adik-adik saya selalu lebih baik dari saya. Tapi kalau semua harus lebih baik dari saya, lalu lebih baik itu harus seperti apa. Dan saya tiba-tiba merasa lupa bersyukur. Apa yang sudah saya raih sekarang ini masih harus saya syukuri terus menerus.
Punya pekerjaan yang menyenangkan, saya dibayar untuk mendengarkan radio. Saya dibayar untuk bersenang-senang. Apa lagi yang sebenarnya saya keluhkan. Gaji yang lumayan bila saya tidak terlalu boros dan disiplin. Saya akan mampu membeli sepasang sepatu sebulan sekali, dan menabung secukupnya. Clubbing bersama sering. Menonton konser gratis. Makan siang gratis di kantor. Fasilitas mess yang murah. Jam kantor ngga mengikat - cuman jam absen ngga bisa diganggu gugat. Internet bebas 24 Jam. Sering dapet CD gratis. Sering dapet temen baru.
Apa sih yang harus saya keluhkan? Emangnya saya pengen apa sih? Digaji 10 juta sebulan sambil ongkang2 kaki? Huhuhuhuhu... *kadang saya kesel sama diri saya sendiri ini.
Saya melihat keatas, hingga lupa kalau di sekitar saya sendiri masih banyak yang tidak seberuntung saya. Ah lupa. Saya lupa bersyukur atas keadaan saya.
Posted by
Reading Year
at
7:55 AM
1 comments
Sepotong pembicaraan antara saya dan si pacar.
SP (si pacar) : Sayang tadi malem aku ngga bisa tidur.
S (Saya) : Kenapa?
SP : TAdi malem ada kecoak, trus kecoaknya lewat di depan TV aku langsung merinding. Berdiri di atas tempat tidur sambil pegang sapu lidi. Trus aku sabet. Pas aku sabet dia pake sapulidi. Eh tiba-tiba dia muncul ewat samping Tivi dan aku langsung tereak AAAAAAAA.
FYI, pacar saya ini tingginya 185cm dengan berat badan 85kg. Dan takut kecoak.
SP : Udah gitu yah yank. BAyangin mukanya manggut-manggut itu bikin aku merinding Hiiiii...
Posted by
Reading Year
at
11:25 AM
1 comments
Pacar saya kemarin cerita, kalau seorang temannya ada yang berselisih.
Masalahnya sepela : apalagi sih kalo bukan cinta.
Sebut saja si A dan B. Dua duanya cewek yang bersahabat. Lalu, Si A punya mantan bernama C. Pendek kata akhirnya si C mendekati B. Entah kenapa si A yang jadi panas seperti duduk diatas kompor. JAdi kalangkabut karena mantan pacarnya mendekati sahabatnya. Ngambek dan ngamuk ngga jelas, merasa sahabatnya berkhianat. Mengkritik tiap kemesraan dan expresi B kepada C.
Saya jadi ingat pengalaman saya dulu. Mungkin bedanya, saya tidak jalan dengan mantan pacarnya (was) sahabat saya. Pertimbangan saya, saya sudah punya pacar-nothin else. Tapi (was) sahabat saya itu marah-marah abis-abisan pada saya.
"Gue udah cukup sakit pacaran dengan cowok brengsek yang sakit jiwa, ngga perlu lagi disakitin sahabat sendiri." gitu kata-katanya keluar menyakitkan tanpa fakta.
Mungkin curhat sama teman-teman yang lain juga begitu. Membuat saya merasa seperti cewek yang suka mengganggu hubungan orang lain. Cih... But I dont really care. Im a creative person, people like me are talking about idea. Those kind of people, loser - they are talking about others.
Tidak bijak memang, berkencan dengan mantan pacar sahabat. Tapi saya merasa menyesal sudah minta maaf karena saya tidak merasa bersalah. Kenapa : Saya ngga berkhianat, saya kan ngga jalan sama mantannya dia, lalu itu kan sudah mantan pacar-tidak ada status apa-apa lagi, kenapa harus panas. Saya jadi tertawa sendiri ketika setelah (was) sahabat saya itu marah-marah pada saya lalu 2 bulan kemudian dia jalan lagi dengan mantan pacarnya yang mengajak saya jalan. Menjilat ludah sendiri? KEbanyakan orang kaya gitu. Saya tidak menunjuk orang, karena ketika kita menujuk orang lain, 4 jari kita yang lain menunjuk diri sendiri.
MAsalah saya dengan (was) sahabat saya itu sudah selesai. Sayapun tidak ingin mengungkit lagi. Ini hanya sekedar intermezo diantara hari-hari saya yang tidak ada kerjaan dan makan gaji buta ini.
Posted by
Reading Year
at
7:49 AM
0
comments
Ini saya tulis karena saya kesal geram dan merasa terganggu dengan kampanye-kampanye yangdiadakan di sekitar rumah saya. Jangan salahkan saya kalo rumah saya jadi ramai gara-gara kampanye. KArena rumah saya terletak di sekitaran Gasibu. JAdinya kalo ada keramaian di gasibu. Yang tadi siang bikin makin emosi karena ketika saya pergi ke kantor salah seorang peserta kampanye ada yang nyolek saya. PEngen marah tapi percuma, mendig saya tulis aja.
1. Jangan pilih Partai yang pesertanya nyolek2 orang. Karena artinya dia ngga bisa ngatur manusia-manusia yang kampanye. apalagi ngatur rakyat. JANGAN MIMPI.
2. Jangan pilih partai yang kampanyenya pake Dangdut. Karena itu artinya dia bakal mempraktekkan cara2 lama. Kenapa harus pake musik, dan mudiknya harus dangdut yang goyangannya nyerempet2 dan bajunya ketat bin merecet.
3. Jangan pilih partai yang ngajak anak-anak kampanye. Jelas kan exploitasi.
4. Jangan piluh partai yang calegnya korupsi. Walau oknum tetep aja. Jangan dipilih.
5. Jangan pilih partai yang belom pernah ikut pemilu. Dia bilang kami tida korupsi. Kenyataannya kan dia belom pernah ikutan.
6. Jangan pilih partai yang kampanyenya bikin macet. Ngatur massanya aja ngga bisa, apalagi ngatur rakyat.
7. Jangan pilih partai yang pemimpin partainya ngomong kaya muntah ga pake perhitungan.
8. Jangan pilih partai yang bilang akan menurunkan harga BBM. BBM tuh wajar kalo makin lama makin mahal. Demand meningkat persediaan makin langka. Belajar ekonomi dulu.
9. Jangan pilih partai yang pemimpinnya gontok2an.
10. Jangan pilih partai yang poster calegnya merusak ketertiban dan keindahan kota.
Jadi milih yang mana. GA USAH MILIH.
Posted by
Reading Year
at
7:02 AM
0
comments
Hidup adalah komedi dalam berbagai stagenya. Kemarin saya membintangi komedi hidup yang sungguh sangat menggelikan.
Saya pergi pagi-pagi buta mungkin subuh-subuh yang dinginnya menusuk tulang. Dan guess what, saya lupa bawa jaket, akhirnya saya memakai jaket dekil yang ada di mobil saya. LAlu saya naik mobil, dengan supir ( dia Manager PR saya) yang sedang kambuh asma dan mengantuk berat. Kita terpaksa berhenti beberapa kali untuk mengusir kantuk. Saya langsung berpikir, kalau begini, kenapa tadi ngga berangkat lebih pagi, ngga perlu kumpul jam 3 pagi segala. Damn!
LAlu di jam setengah 7 pagi saya baru sampai di pintu tol pondokgede timur. Ngga sampe ke pintu tolnya hanya sampai ke km 10. Mobilnya menabrak. JAdi hartus diderek dan dibawa ke jasamarga yangbercamur terminal. Panas (percaya atau ngga jkt jam stengah 7 panas bgt). Dan harus luntang lantung nunggu taxi, ngga ada tempat duduk. Okay.
Setelah mendapat taxi, saya melaju ke stasiun TV yang dituju. Mulai melaksanakan tugas2 menemui musisi-musisi yang harus saya dapatkan IDnya. Dan saya baru menyadari, mereka si selebriti punya 1000 cara untuk membuat kita selalu menunggu lama. Dan saya baru tahu kalau kebanyakan manager atis itu lebih sok daripada selebnya. Saya memang masih polos di dunia artis ini. Huff...
6 jam mengerjakan tugas tanpa henti, keringet dimana-mana. Dan kebosanan tiadatara, saya akhirnya bisa pulang. Saya udah ngga tahan pengen pulang, pengen makan di rumah. Ternyata ngga semudah itu. Komedi belum berakhir. Salah jalan 2 kali karena salahnya petunju dari PR saya tercinta yang seharian sudah bikin saya hampir gila, dan Saya harus menunggu PR saya menderek mobilnya. Saya tidak keberatan awalnya tapi ternyata menunggu itu menyebalkan sekali ya. Perjalanan yang lama, saya meninggalkan stasiun TV jam 4 sore dan sampai bandung jam 11 malam.
Akhirnya sampai bandung, lalu masih mengerjakan sesuatu. Dan bertengkar dengan pacar. lalu tidur dengan airmata.
Komedi.
No.
Its tragedy!
Posted by
Reading Year
at
2:04 PM
0
comments
Saya tersenyum sinis ketika ada salah seorang teman di kampus saya yang bilang : Percuma kalo cumlaude tapi ahlak jokok. Sata tahu, itu ditujukan pada saya. Saya hanya tersenyum membiarkan dia bicara sesukanya. Kembali melanjutkan makan saya di kantin kampus.
Saya tidak tahu, apakah saya akan menyesali kata-kata saya hari ini. Saya rasa, Cumlaude dan ahlak itu ngga ada hubungannya. Saya juga ngga tau apa arti ahlak itu sebenarnya, karena orang yang ngaku-ngaku berahlak yang nyindir saya (masa berahlak beraninya cuman nyindir) ,ngga bikin saya ngerti apa arti ahlak.
Terus saya barusan membuka sebuah tulisan di multiply. dia bilang jaman sekarang dosen bisa mengabulkan permintaan mahasiswanya yang genit. Idih, jangan menghakimi ya. Oknum tuh pasti yang bilang. Mahasiswa yang dianggap genit itu, ngga kaya kebanyakan orang bilang genit ya. Kenyataannya, dosen mana sih yang ngga suka sama mahasiswa yang komunikatif dan mau menerima kritik. Itu sih namanya ngga genit, itu namanya dewasa. Dan kalo temen saya yang berahlak itu memutuskan untuk bilang mahasiswa yang komunikatif itu genit ya terserah. semua orang bebas berpendapat. KEnyataannya kalau mahasiswa yang dianggap genit itu malah dapet Cum LAude dan Lulus lebih cepat. Itu artinya ada yang salah dengan ahlak si mahasiswa itu.
Kuliah ngga cuman 3 hari. Bukan modal genit doank bisa cepet lulus. butuh otak, nyali dan manage waktu yang super ketat. Otak buat belajar, nyali buat ngambil kuliah yang banyak n ngejalanin semua dengan serius, memanage waktu supaya semua seimbang.
JAdi kalo orang berahlak itu menganggap suskses itu akibat genit, ya silahkan. Saya ngga pengen berahlak kalo hasilnya cuman bisa nyindir orang yang lebih sukses dari saya. Trez cool.
Posted by
Reading Year
at
12:02 PM
0
comments
Saya merasa saya dikutuk. Tadi malam saya tidur cukup larut dan 3 kali terbangun karena mimpi buruk saya berlanjut. Hal-hal yang saya takutkan untuk terjadi tergambar jelas di mimpi saya. Saya berusaha mengendap-endap keluar dari mimpi saya. MEnangis berharap tangisan bisa membawa saya keluar. Memohon seseorang memaksa saya bangun, tapi tidak ada yang membawa saya. Saya bangun tidur, dan menemukan tubuh saya bergetar. Kebanyakan orang bangun dan merasa segar. saya bangun dan kelelahan setengah mati.
Dan entah apakah ini sebuah komedi yang sungguh membuat saya takut untuk tertawa, atau kebetulan yang aneh. Saya mendengarkan lagu lenka. Saya mulai ragu, apakah selama ini saya sudah mencoba sesuatu yang bukan saya. Mencoba untuk hidup sesuai dengan arusnya. Mencoba mengaur hidup saya sesuai dengan apa yang ideal menurut orang lain. BAhkan sampai hal paling detail dalam hidup sayapun saya lupa. Saya sudah menjadi dia di depan kaca yang tersenyum, tanpa saya tahu apa alasannya dia tersenyum. Mungkin ini ujungnya. MUngkin saya sudah lelah.
Tapi saya masih ingin berjuang lagi. Saya tahu, we must fight a battle more than once to win it. Even it takes forever. Even im not win, at leat i try my best.
Mungkin saya hanya lelah. Membutuhkan sandaran dan pelukan. Banyak cinta lalu semangkuk besar eskrim dan semilir angin segar. Saya butuh istirahat hingga saya bisa menghadapi kamu-kamu-kamu lagi yang terus-terusan memaksa saya.
Gimme a break. I will never be tall. NEver be pretty. NEver be Her. I am me.
and surely Im happy and free being me.
Posted by
Reading Year
at
7:28 AM
0
comments
Its funny.
Thinking on the way you conquer my anger.
You just show up in front of my window, take me for a walk and say "Im sorry."
An the real funny thing is, I forgive you.
Posted by
Reading Year
at
7:16 AM
0
comments
Saya merindu untuk diinginkan.
Untuk berbasa-basi diajak bicara.
Tidak ditelantarkan didiamkan seperti patung yang tak terlihat.
Bukan angin lalu yang didiamkan bersemilir tanpa tahu maknanya.
Saya menunggu diinginkan.
Untuk ditanya apa kabar atau di ajak bicara tidak penting.
Dan diramalkan masadepannya bahwa saya dimiliki.
Seperti di masalalalu dimana saya diinginkan atas dirisaya sendiri.
Saya ingin diinginkan.
Ingin diperhatikan dan merasakan sayang.
Dilarang melakukan hal yang membahayakan, dilarang menyakiti diri.
Bukannya dipisahkan dan dikata-katai terus-terusan.
For every once in a while, I really hate myself for being hated.
Posted by
Reading Year
at
12:22 PM
0
comments
Wajar ngga sihhhh...
Saya cemburu sekali pada wanita-wanita yang dekat-dekat dengan pacar saya. MAntan pacar pertamanya yang chat sampai tengah malam sama si pacar. Seorang teman kuliahnya yang pernah dipersilahkan tidur di kamar si pacar dan masih punya panggilan kesayangan dari si pacar. Seorang kakak kelas si pacar yang dulu bikin si pacar rela jadi pacar ke dua.
Ah. PErasaan ini benar2 bikin kesal.
Posted by
Reading Year
at
1:10 PM
0
comments
Ngga bermaksud SARA. Saya hanya pengen curhat aja. Sebagai orang batak, hubungan pacaran memang agak2 ribet dan bingung. Karena orang batak itu harus pacaran sama orang batak. Kalo ibu saya sih ngga masalah yang penting seagama. Ayah saya juga sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan masalah itu. Tapi ya gitu, walau ngga terlalu mempermasalahkannya, mereka selalu tampak senang kalau saya punya pacar batak dan seagama.
Lalu pendek kata, akhirnya saya pacaran dengan orang batak yang seagama. Lalu masalah-masalah yang ngga pernah muncul sebelumnya menjadi masalah. Waktu itu saya memang saya sedikit nakal dan sedikit menikmati hidup, if you know what I mean. Sedikit nakal dan coba-coba macem-macem, wajar saja kan sebagai anak muda kalau saya mulai sedikit dugem, sedikit tipsy dan sedikit party-party. Toh itu juga saya lakukan dengan bertanggungjawab. =)
Lalu tiba2 orangtuanya pacar saya itu kaget. Shock. Waktu mereka tahu saya ini anak gaul (baca anak cewek yang senengnya nongkrong2 ngga jelas, karokean di NAFF, dan main-main sama temen2nya dan sampe malem.). I thought it was like... Hey, I am on my early 20 and its owkay to get wild for a moment. Dan saya juga kan potongannya ngga kaya anak baik-baik yang pulang sebelum margrib. Lagian kerjaan saya menuntut saya untuk diam di kantor sampai larut kadang. Dan itu semua menjadi bencana.
Semua ikut komentar dalam gaya hidup saya. Mulai dari kata-kata yang enak didenger kuping sampe yang sayapun ngga sanggup mengatakannya karena saya seorang perempuan. Mamah-mamah batak memang sadis sodara2. Itu baru sedikit dari hal-hal lain yang bikin saya sebagai seorang manusia juga ikutan bingung. Mulai dari kasus ngga jadi nikah karena uang sinamot(mahar)nya kurang. Ada yang gara-gara mamahnya jabir (jahat bibir), melarang anaknya pacaran. macem-macem. Sampe yang ribut-ribut karena anaknya pacaran sama cewek ngga baik (seperti saya) dan dengan rajin menelepon anaknya kalo anaknya pulang diatas jam 9 ( seperti seseorang hahahahaha).
Ya itulah, mamah mamah batak part 1. di part 2 nanti saya akan menjamblangkan sifat2 mamah-mamah batak yang positif. Supaya kehhidupan kita semakin lancar. AMin.
Posted by
Reading Year
at
7:12 AM
0
comments
Semua tahu mata saya bengkak hari ini. Tapi sahabat2 yang saya temui sebelum ke kantor tidak ingin bertanya. Kalo di kantor kayaknya lebih ke arah ngga ngurusin (ketauan saya pengen diurusin hahahaha).
Di hati ini sedang ada yang mengganjal makanya tadi malam saya menangis banyak-banyak. Ya apalagilah, soal cinta. Apa lagi sih yang bisa bikin saya termehek-mehek sampai mengiris pergelangan tangan kalau bukan cinta. Apalagi.
Sudah setahun lebih menjalani dengan segala tetek bengek sakit derita senang dan bahagia. Saya bahagia ya. Tapi ternyata sebuah komitmen membutuhkan lebih dari cinta. Namanya juga cinta, emangnya bisa nonton di Blitz bayarnya pake cinta. Sampe sekarang sih belom bisa.Pokoknya cinta aja ngga cukup. Buat saya mungkin saya membutuhkan lebih dari itu. Pendeknya ketika saya memacari pacar saya maka saya memacari keluarganya juga. I dont need them to welome me like a princess kok. Tapi at least saya tidak nyaman sekali kalau setiap kali pulang sedikit malam, pacar saya ditelepon membabibuta kaya anak hilang. For God's sake. He is freekin 26 years old.
Itu hanya sebagian kecil dari hal-hal yang tidak saya mengerti. Saya berusaha mengerti. Tapi saya bukan robot, yang bisa terus2an sabar dan tersenyum ketika saya terus2an di accuse sebagai perempuan murahan oleh orang yang moralnya juga saya pertanyakan. Hingga ketika saya membuatkan pacar saya makanan kesukannya atas request dia dan dia lupa-tidak datang-kelelahan. Saya marah, kesal dan semua yang ada di dalam hati saya tumpah ruah. Saya sedih kesal dan semua yang ada campur aduk.
Dan hari ini perasaan saya kosong sekali. Ini jawaban saya atas mata bengkak hari ini.
Posted by
Reading Year
at
7:13 AM
0
comments
Saya kira, hanya saya yang berpikir kalau Google punya kans yang besar untuk menjadi agama di masa depan. ternyata udah ada dooonnk. Church of Google dengan Google sebagai Tuhannya. Sedikit kutipan dari Webnya.
Is Google really God?
» PROOF #1
Google is the closest thing to an Omniscient (all-knowing) entity in existence, which can be scientifically verified. She indexes over 9.5 billion WebPages, which is more than any other search engine on the web today. Not only is Google the closest known entity to being Omniscient, but She also sorts through this vast amount of knowledge using Her patented PageRank technology, organizing said data and making it easily accessible to us mere mortals.
» PROOF #2
Google is everywhere at once (Omnipresent). Google is virtually everywhere on earth at the same time. Billions of indexed WebPages hosted from every corner of the earth. With the proliferation of Wi-Fi networks, one will eventually be able to access Google from anywhere on earth, truly making Her an omnipresent entity.
» PROOF #3
Google answers prayers. One can pray to Google by doing a search for whatever question or problem is plaguing them. As an example, you can quickly find information on alternative cancer treatments, ways to improve your health, new and innovative medical discoveries and generally anything that resembles a typical prayer. Ask Google and She will show you the way, but showing you is all She can do, for you must help yourself from that point on.
» PROOF #4
Google is potentially immortal. She cannot be considered a physical being such as ourselves. Her Algorithms are spread out across many servers; if any of which were taken down or damaged, another would undoubtedly take its place. Google can theoretically last forever.
» PROOF #5
Google is infinite. The Internet can theoretically grow forever, and Google will forever index its infinite growth.
» PROOF #6
Google remembers all. Google caches WebPages regularly and stores them on its massive servers. In fact, by uploading your thoughts and opinions to the internet, you will forever live on in Google's cache, even after you die, in a sort of "Google Afterlife".
» PROOF #7
Google can "do no evil" (Omnibenevolent). Part of Google's corporate philosophy is the belief that a company can make money without being evil.
» PROOF #8
According to Google trends, the term "Google" is searched for more than the terms "God", "Jesus", "Allah", "Buddha", "Christianity", "Islam", "Buddhism" and "Judaism" combined.
God is thought to be an entity in which we mortals can turn to when in a time of need. Google clearly fulfils this to a much larger degree than traditional "gods", as shown in the image below (click to enlarge).
» PROOF #9
Evidence of Google's existence is abundant. There is more evidence for the existence of Google than any other God worshiped today. Extraordinary claims require extraordinary evidence. If seeing is believing, then surf over to www.google.com and experience for yourself Google's awesome power. No faith required.
Posted by
Reading Year
at
10:32 AM
0
comments
Posted by
Reading Year
at
12:03 PM
0
comments
How will I choose my Mr Right?
Answer : You will make the most of being able to shop around for Mr Right. You love your freedom and will have a lot of fun learning about what sort of man you like. When you do find the guy for you, nobody will be able to keep you away from the church.Who will be my future Mr Right?
Answer : Your real-life hero will be manly. He'll be dependable, even financially. He will protect you and always respect your feelings. He'll probably be quite a bit older than you.When will you get married?
Answer : You will be very determined and thorough in choosing a spouse. You'll study every detail about your man before saying yes to a life of love. You will eventually make a good choice, but you'd better be sure that he's willing to wait that long.What sort of wife will you be?
Answer : You are a bit tricky. You might pretend to be a sensitive and caring wife in his eyes, but you'll be ready to laugh at him behind his back and eventually you may even leave him for another man.Will you and your husband have a good time together?
Answer : You and your hubby will enjoy each other's company playing games until you're old. Whether you play tennis, golf, swim or even just go driving out of town, you'll both stay healthy and happy.What will your children be like?
Answer : Your kids will be quiet and won't give you a hard time - they'll be a joy to have around. However, you should teach them to be stronger and more confident in themselves. Otherwise they might grow up to be losers.How loyal are you?
Answer : You are a cool chick! You pretend not to care about the many men you attract, but they just keep coming back for more. When you are married, you won't be a loyal kind.
Posted by
Reading Year
at
11:52 AM
0
comments
dapet dari deniborin
dan sayapun memutuskan untuk golput tahun ini. inilah beberapa alasannya :
1. Karena memilih adalah hak warga negara, dan saya berhak untuk tidakpercaya tidak memilih dan tidak bodoh.
2. Seperti yang ditulis sebelumnya, saya tidak suka berjudi, dan saya tidak mau berjudi
dengan memberikan suara saya yang berharga untuk orang yang tidak saya tahu bisa memimpin atau tidak. hi....
3. I will make a better nation if im not choosing. Kalau saya golput, presentasi golput ikut naik, dan negara indonesia beserta lembaganya ini akan (saya harap) mereningi diri. dan ngga banyak gombal. Gombal is sooo last year gitu loh.
4. Mewujudkan selera saya yang baik dalam simbolisme, saya tidak suka poster2 caleg kotor di rumah saya menyimbolkan mereka ngga tau aturan.
5. Biar difatwa haram. saya suka yang haram2. biasanya yang haram2 enak.
Posted by
Reading Year
at
12:36 PM
0
comments
Gelut di bahasa sunda itu artinya berantem, berkelahi, berkonflik.
Saya itu termasuk sering banget berantem sama pacar saya, tapi jarang sekali berantem hebat. Karena bisasanya salahsatu dari kami mau mengalah. Kalaupun kami sering berantem itu kan namanya bumbu-bumbu dalam bercinta.
Lalu, karena awal minggu sebelumnya saya mengomeli dia dengan omelan yang cukup panjang dan beruntun. jadi akhir minggu ini sepertinya dia memutuskan untuk memberikan kejutan. Sayangnya, saya yang sering menelepon dia ini tiba2 menyadari kalau dia sedang ada di kendaraan.
"Kamu dimana?"
"Ini, lagi duduk-duduk?"
"Bohong, mau kemana?"
Karena dia sudah tidak punya jawaban lagi akhirnya dia menjawab.
"Aku udah dijalan mau ke bandung, jemput bentar lagi di--- ya..."
Kaget campur seneng. Akhirnya saya bertemu dengan dia dan berjalan-jalan ke tempat-tempat yang biasanya saya dan dia kunjungi. Keesokan harinya, dia bilang dia mau main PS sampe siang, lalu mau ke kawinan temennya siang-siang, dan dia bilang akan ke rumah sore-sore.
Skip ke sore-sore di rumah entah kenapa saya malah mengajakya pergi makan sushi-which is makanan yang paling dihindari dia. Saya tahu dia sangat-sangat membenci makan sushi, tapi saya pengen sushi. JAdi kami kesana. Kami makan dengan tenang, tapi setelah makan sushi tiba-tiba dia mengajak pulang. Come on, tiba-tiba pulang seteleh makan sushi padahal kami mau menonton. Lalu saya mulai kesal, dia juga kelihatannya kesal. Mulai deh bertengkar tiada ujung. dua jam berantem ngotot2an. Kesel. MArah. Dan semua berakhir ketika saya pegang kening pacar saya.
Lalu dia demam. Lalu saya berhenti marah. Lalu kami terdiam sesaat. LAlu kami baikan.
Posted by
Reading Year
at
7:30 AM
0
comments
Saya orang yang punya rasa ingin tahu tingkat tinggi. karena itu cukup sulit untuk orang2 untuk memberikan kejutan untuk saya. TApi entah kenapa, pacar saya ini pintar sekali memberikan kejutan2 manis untuk saya. dan kejutannya kali ini, entahlah. Saya pun tidak punya cukup kata-kata untuk menggambarkannya. Yang jelas, saya sayang sekali sama dia!
Posted by
Reading Year
at
11:46 AM
0
comments
Saya termasuk orang yang menentang keras kekerasan dalam rumah tangga, dalam pacaran dan dalam hal yang lainnya. Kekerasan tidak pernah menyelesaikan masalah. Dalam bentuk apapun.
Dan saya merasa yang terjadi pada Rihanna bukan yang pertamakali. Been there done that!
Yang terjadi awalnya selalu verbal. Kata-kata kasar, respek yang hilang, dan mulai dengan perlakuan yang tidak hormat. LAlu mulailah menampar, memukul, dan lainnya tidak terelakan lagi. Sedikit demi sedikit, mulai menampakkan sakit-jiwanya. Dominasi berlebihan, hingga semua pukulan dan tamparan itu serasa wajar dan tidak lagi terasa menyakitkan hingga menjadi sebuah kebutuhan.
Untunglah waras saya belum sempat mati saat itu. Saya menghentikannya sebelum saya masuk rumah sakit, sebelum saya mati. Bahkan berhenti di saat itupun meninggalkan banyak luka dan ketakutan yang hingga sekarang belum selesai. Belum berakhir. Luka itu tidak pernah sembuh. Bahkan ada satu waktu di dalam hidup saya, saya merasa sakau. Sakau untuk dibentak, dipukul dan lain lain. Rasa sakit menjadi sebuah bahasa kasih sayang. Saya sekarat untuk disakiti.
Banyak efek yang terjadi, tapi saya bersyukur hal itu sudah berlalu walau luka di hati, dan banyak trauma masih terus menghantui. Saya akan melalui ini semua.
Untuk semua perempuan yang mendapatkan yang seharusnya tidak dia dapatkan. You deserve more. I belive rihanna still gonna pon de replay.
Posted by
Reading Year
at
8:28 AM
0
comments